Sudahkah Anda Menggunakan Alat Pelindung Pernapasan yang Sesuai?

Sudahkah Anda Menggunakan Alat Pelindung Pernapasan yang Sesuai?

Alat pelindung pernapasan atau respiratory protective equipment (RPE) adalah perangkat yang melindungi pekerja dari paparan zat berbahaya, seperti bahan kimia, kabut, debu, uap, dan asap. Penggunaan pelindung pernapasan mencegah pekerja agar tidak menghirup langsung kontaminan yang ada di area kerja. Pemilihan pelindung pernapasan yang tepat dan fit terpasang ke wajah bisa melindungi pekerja dari kontaminan di lingkungan.

Jenis-jenis bahaya apa saja yang bisa menyebabkan penyakit pernapasan akibat kerja?

Apa saja jenis-jenis pelindung pernapasan dan bagaimana cara kerjanya?

Menurut OSHA, ada empat jenis pelindung pernapasan yang cocok digunakan di tempat kerja di antaranya:

1. Particulate Respirator

Respirator ini hanya digunakan untuk melindungi pekerja dari bahaya paparan tingkat rendah (seperti debu, kabut, dan asap). Tidak cocok digunakan untuk melindungi pekerja dari paparan 23 gas dan uap. Pada respirator jenis ini, f ilter menangkap partikel dari udara dengan metode penyaringan, sehingga udara yang melewati respirator menjadi bersih. Contoh dari particulate respirator adalah disposable dust masks dan respirator dengan disposable filter.

2. Chemical Cartridge/Gas Mask Respirator

Dikenal juga dengan nama air-purifying respirator. Jenis respirator ini menggunakan cartridge atau canister untuk menyerap gas dan uap di udara. Catridge dan canister memiliki kemampuan serap yang tinggi pada awal penggunaan dan akan mengalami penurunan hingga akhir masa pakai (masa jenuh).

Lama masa jenuh sangat tergantung dari konsentrasi uap atau gas di udara dan perawatan terhadap respirator tersebut. Cartridge atau canister harus diganti sebelum jenuh karena bisa berdampak pada kemampuan daya serap terhadap kontaminan.

3. Powered Air-Purifying Respirator (PAPR)

Jenis respirator ini menggunakan pompa udara untuk mendorong atau menarik udara menuju respirator atau penyaring. Agar bekerja dengan baik, baterai pada pompa atau blower udara harus terisi penuh. Untuk menggunakan respirator ini, pekerja harus memilih filter/ cartridge yang tepat agar pelindung pernapasan bekerja maksimal.

4. Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA)

Pelindung pernapasan ini sering digunakan oleh petugas pemadam kebakaran. SCBA menyimpan pasokan udara di dalam tangki yang menghasilkan oksigen, sehingga alat ini tidak memerlukan pasokan udara dari luar. SCBA biasanya digunakan pada area yang kontaminasi udaranya sangat tinggi. Juga, tangki udara biasanya hanya dapat diguna kan selama satu jam atau kurang, tergantung rating tangki dan tingkat pernapasan pekerja.

  • Apa perbedaan antara cartridge dan filter?

Sama halnya seperti memilih jenis pelindung pernapasan, pemilihan cartridge atau filter juga harus dilakukan secara tepat. Filter terbuat dari bahan yang dirancang untuk menyaring partikel yang masuk ke dalam pelindung pernapasan. Sedangkan cartridge mengandung bahan yang dapat menyerap gas dan uap.

  • Kapan sebaiknya pelindung pernapasan digunakan?

Pelindung pernapasan tidak harus selalu digunakan selama udara di area kerja tidak membahayakan. Akan tetapi, jika udara di area kerja sudah terkontaminasi zat berbahaya, maka pekerja wajib menggunakan pelindung pernapasan sesuai jenis paparan yang ada di area kerja mereka. Pelindung pernapasan juga sebaiknya digunakan dalam kondisi darurat atau situasi lainnya, seperti saat pekerja melakukan pemeliharaan peralatan kerja atau operasi mesin.

  • Jenis aksesori atau APD apa yang cocok digunakan bersama pelindung pernapasan?

Berbagai fitur telah tersedia agar pekerja bisa memperoleh perlindungan maksimal saat menggunakan pelindung pernapasan. Misalnya, tersedia cangkir hidung (nose cup) untuk mengurangi kabut saat pekerja menggunakan respirator dengan penutup wajah penuh. Pelindung pernapasan juga bisa digunakan bersama pelindung mata dan wajah untuk memberikan perlindungan pada pekerjaan tertentu, seperti pengelasan.

  • Apakah alat pelindung pernapasan dapat digunakan siapa saja?

Anda pahami, bernapas menggunakan pelindung pernapasan lebih sulit dibanding menghirup langsung udara terbuka. Pekerja yang menderita penyakit pernapasan, seperti asma mungkin akan mengalami kesulitan dengan saat bernapas. Pekerja claustrophobia (ketakutan terhadap tempat tertutup atau sempit) mungkin tidak cocok menggunakan pelindung pernapasan dengan penutup wajah penuh atau bertudung.

Pekerja yang memiliki masalah penglihatan mungkin akan kesulitan melihat jika menggunakan masker atau tudung (ada pelindung pernapasan khusus untuk pekerja yang menggunakan kacamata). Oleh karena itu, pekerja harus menjalani pemeriksaan medis sebelum bekerja di area yang mengharuskannya menggunakan pelindung pernapasan.

  • Bagaimana cara mengetahui pelindung pernapasan yang dipakai sudah benar?

Pelindung pernapasan memiliki model dan ukuran yang berbeda, maka harus dipastikan pelindung pernapasan yang Anda gunakan benar-benar fit terpasang di area hidung dan sekitar wajah. Untuk mengetahui pelindung pernapasan yang Anda gunakan sudah benar, Anda dapat mengeceknya dengan mudah

  • Disposable respirator :
  1. Tutup pelindung pernapasan dengan tangan Anda
  2. Hembuskan napas atau tarik napas, lalu rasakan apakah ada udara yang keluar dari sela-sela pelindung pernapasan.
  • Reusable respirator:
  1. Tutup filter/cartridge dan hirup napas, lalu rasakan apakah ada kebocoran dari sela-sela respirator
  2. Tutup saluran pembuangan napas pada masker dan hembuskan napas, lalu rasakan apakah ada kebocoran dari sela-sela respirator.

Lakukan pemeriksaan pelindung pernapasan secara rutin sesuai petunjuk produsen dan sebelum memulai pekerjaan untuk perlindungan yang memadai.

  • Apakah pelindung pernapasan memiliki masa kedaluwarsa?

Sampai saat ini, memang belum ada produsen yang memastikan masa pakai pelindung pernapasan. Namun, Anda dapat menentukan apakah pelindung pernapasan yang digunakan sudah memasuki masa jenuh atau belum dengan melihat tanda-tanda sebagai berikut:

  • Kesulitan bernapas saat meng gunakan pelindung pernapasan
  • Secara fisik, pelindung pernapasan sudah mengalami kerusakan
  • Terasa pusing saat menggunakan pelindung pernapasan
  • Mencium bau bahan kimia ketika menggunakan pelindung pernapasan, bisa jadi cartridge atau filter memasuki masa jenuh.

Segera keluar dari tempat kerja dan ganti pelindung pernapasan atau komponen yang rusak sebelum kembali bekerja.

  • Tips apa saja yang harus diketahui pekerja saat memilih pelindung pernapasan?
  • Ada beberapa tips yang harus Anda perhatikan saat memilih pelindung pernapasan, di antaranya: Ketahui kontaminan apa yang ada di area kerja Anda
  • Ketahui perlindungan apa yang diberikan pelindung pernapasan yang Anda pilih
  • Ketahui apakah pelindung pernapasan yang Anda pilih memiliki variasi ukuran
  • Pastikan Anda mengetahui ukuran pelindung pernapasan yang cocok dan pas untuk digunakan
  • Pastikan pelindung pernapasan yang Anda pilih benar-benar fit terpasang di area hidung dan wajah Anda
  • Ketahui dan cara pemeliharaan penyimpanan pernapasan pelindung sesuai petunjuk produsen
  • Ketahui cara penggunaan dan batasan apa saja yang harus Anda patuhi saat menggunakan pelindung pernapasan

Keselamatan kerja adalah prioritas utama, dan pelindung pernapasan menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi pekerja dari risiko paparan zat berbahaya. Pastikan selalu memilih, menggunakan, dan merawat pelindung pernapasan dengan tepat sesuai kebutuhan dan kondisi di tempat kerja. Ingat, perlindungan terbaik dimulai dari kepedulian Anda terhadap kesehatan dan keselamatan diri sendiri!

 

Penulis: Aditiya Pradana – Trainer PT GSI Selamat Indonesia
Editor: Dinda Putri Azizah

APD untuk Pekerjaan Konstruksi

APD untuk Pekerjaan Konstruksi

growsafetyinstitute.co.id/ – Konstruksi adalah lingkungan kerja yang penuh dengan potensi risiko bahaya yang mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja. Untuk melindungi diri dari potensi risiko ini, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat sangatlah penting. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi beberapa alat pelindung diri yang vital di konstruksi.

Penting untuk memilih APD yang sesuai dengan jenis risiko yang ada di lingkungan kerja konstruksi dan memastikan bahwa pekerja menerima pelatihan tentang penggunaan yang benar. APD yang tidak digunakan dengan benar mungkin tidak memberikan perlindungan yang memadai.

Dalam industri konstruksi, keselamatan dan kesehatan para pekerja adalah prioritas. APD adalah alat yang vital dalam menjaga mereka tetap aman di lingkungan kerja berpotensi berbahaya.

1. Helm Keselamatan

Helm keselamatan adalah salah satu APD paling penting di konstruksi. Mereka melindungi kepala pekerja dari jatuhnya benda-benda berat, tumpahan material, dan bahaya lain yang dapat menyebabkan cedera kepala serius. Helm keselamatan umumnya memiliki bantalan yang nyaman dan tahan benturan.

2. Kacamata Pelindung

Kacamata pelindung digunakan untuk melindungi mata pekerja dari debu, serpihan, percikan bahan kimia, dan bahaya mata lainnya. Mereka dapat memiliki lensa yang tahan goresan atau pelindung sisi yang menjaga mata tetap aman.

3. Masker Pelindung

Masker pelindung atau respirator digunakan untuk melindungi pekerja dari inhalasi partikel-partikel berbahaya, debu, gas, atau asap yang mungkin terdapat di lingkungan konstruksi. Masker ini dapat memiliki filter yang sesuai untuk jenis bahaya tertentu

4. Sarung Tangan

Sarung tangan pelindung digunakan untuk melindungi tangan dari cedera atau kontak dengan baha-bahan berbahaya. Mereka tersedia dalam berbagai jenis, termasuk sarung tangan tahan potongan dan tahan panas, dan sarung tangan kimia.

5. Rompi Keselamatan

Rompi keselamatan, yang seringkali berwarna terang dan memiliki tnada-tanda reflektif, digunakan untuk meningkatkan visibilitas pekerja di lingkungan kerja yang mungkin berbahaya. Ini sangat penting untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan atau mesin berat.

6. Sepatu Keselamatan

Sepatu keselamatan, juga dikenal sebagai sepatu pelindung atau sepatu baja, berfungsi untuk melindungi kaki pekerja dari tumpahan bahan, benda tajam, dan bahaya jatuh lainnya. Mereka memiliki pelindung baja atau komposit pada ujung sepatu.

7. Alat Pengaman Jatuh

Alat pengaman jatuh seperti tali pengaman, harnes, dan carabiner digunakan untuk melindungi pekerja dari cedera akibat jatuh dari ketinggian. Mereka terhubung dengan peralatan lain yang memungkinkan pekerja untuk tetap aman saat bekeja di atas tanah.

8. Perisai Kaki

Perisai kaki adalah APD yang digunakan untuk melindungi kaki dan kaki bawah dari bahan panas, cairan, atau percikan yang dapat mengakibatkan luka bakar atau cedera.

9. Baju Pelindung

Baju pelindung adalah perlengkapan yang melindungi tubuh pekerja dari kontak dengan bahan kimia berbahaya, panas, atau percikan logam cair. Mereka seingkali terbuat dari bahan yang tahan terhadap zat kimia tertentu.

10. Pelindung Telinga

Pelindung telinga atau earplug digunakan untuk melindungi pendengaran dari kebisingan yang tinggi, seperti yang sering terjadi di lokasi konstruksi dengan alat berat atau mesin yang bising.

Didalam regulasi Permenaker No. 8 Tahun 2020 juga diatur spesifikasi teknis mengenai APD dan juga di dalam peraturan internasional ISO/CD 3873, ANSI Z89.1-1986, IS Code 2925:1984, dan DIN EN 397 digunakan referensi untuk pemilihan APD yang sesuai untuk jenis pekerjaan tertenu.

Nah, jadi seperti itu ya, penggunaan APD kita harus tepat sesuai dengan identifikasi bahaya yang kita lakukan sebelumnya. Jangan sampai kita malah cidera atau terluka karena kita menggunakan APD yang tidak tepat.

 

Penulis: Rino Praditya – Tenaga Ahli K3 Konstruksi PT GSI Selamat Indonesia
Editor: Dinda Putri Azizah